Tim Peneliti UM Lakukan Inventarisasi Warisan Budaya Jepang di Kota Batu

Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) melakukan penelitian inventarisasi warisan budaya masa pendudukan Jepang di Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian ini berfokus pada pendataan tinggalan berupa goa-goa pertahanan Jepang yang tersebar di sejumlah kawasan strategis di wilayah Kota Batu. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada tanggal 15, 18, dan 22 Januari 2026, mencakup tujuh titik sebaran lokasi goa pertahanan yang diduga kuat dibangun pada masa Perang Dunia II.

Penelitian ini diketuai oleh Dr. Daya Negri Wijaya dengan anggota tim yang terdiri atas Firza Azzam Fadilla, Muhammad ‘Afwan Mufti, Bagus Prasetyo, Muhammad Wildan Hakim, dan Nurisha Rayhan. Melalui pendekatan inventarisasi lapangan, tim peneliti melakukan pendokumentasian kondisi fisik, lokasi, serta konteks sejarah goa-goa pertahanan Jepang sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya sejarah di wilayah Jawa Timur.

Dalam pelaksanaannya, tim peneliti Universitas Negeri Malang juga berkolaborasi dengan Tim Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Batu, Jawa Timur, yang diketuai oleh Ibu Naning. Kolaborasi ini memperkuat validitas data lapangan sekaligus memastikan bahwa proses inventarisasi selaras dengan prinsip-prinsip pelestarian cagar budaya.

Hasil penelitian sementara menunjukkan bahwa tim berhasil mendata tujuh titik lokasi utama, salah satunya adalah Goa Djepang yang berada di kawasan perbukitan Coban Talun, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Lokasi ini dinilai memiliki nilai historis penting karena merepresentasikan sistem pertahanan militer Jepang yang memanfaatkan kondisi geografis pegunungan sebagai strategi pertahanan.

Data hasil inventarisasi tersebut selanjutnya menjadi sumber informasi utama bagi tim peneliti UM dalam mengembangkan peta situs warisan budaya Jepang di Jawa Timur. Peta ini akan terintegrasi dalam sebuah platform bernama Sistem Informasi Warisan Budaya Jepang (SIBJ), yang dirancang sebagai media digital untuk mendukung pelestarian, pendokumentasian, dan publikasi tinggalan sejarah masa pendudukan Jepang.

Melalui penelitian ini, tim peneliti Universitas Negeri Malang berharap warisan budaya masa Jepang di Kota Batu tidak hanya terlindungi secara fisik, tetapi juga dikenal lebih luas oleh masyarakat sebagai bagian dari sejarah lokal dan nasional. Upaya ini sekaligus membuka peluang pengembangan edukasi sejarah dan pariwisata berbasis warisan budaya secara berkelanjutan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *