Rifa Andika
(Universitas Negeri Malang)
Pendahuluan
Revolusi Prancis (1789–1799) merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah dunia modern yang membawa perubahan besar dalam cara manusia memandang kekuasaan, negara, dan kebebasan. Revolusi ini tidak hanya mengakhiri sistem monarki absolut di Prancis, tetapi juga melahirkan gagasan-gagasan universal seperti kebebasan, persamaan, dan kedaulatan rakyat. Semboyan Liberté, Égalité, Fraternité menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan dan ketidakadilan (Perry, 2015). Meskipun terjadi jauh di Eropa, gagasan Revolusi Prancis memberikan pengaruh yang luas hingga ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, terutama dalam pembentukan nasionalisme dan kesadaran akan kemerdekaan (Pramatha, 2025).
Revolusi Prancis, Pemikiran Global, dan Konstruksi Nasionalisme Indonesia
Nasionalisme Indonesia sebagai suatu konstruksi ideologis tidak muncul secara spontan, melainkan terbentuk melalui proses historis yang panjang dan kompleks. Pembentukannya merupakan hasil dari interaksi dinamis antara arus pemikiran global seperti liberalisme, nasionalisme, dan demokrasi modern dengan kondisi sosial, politik, ekonomi, serta kultural masyarakat Indonesia yang berkembang di bawah pengalaman kolonialisme. Gagasan-gagasan kebangsaan yang tumbuh di Eropa pada abad ke-18 dan ke-19, termasuk yang dipengaruhi oleh Revolusi Prancis, menyediakan kerangka konseptual bagi kalangan elite terpelajar Indonesia dalam membayangkan keberadaan bangsa sebagai komunitas politik yang berdaulat serta merumuskan strategi perjuangan menuju kemerdekaan (Pramatha, 2025). Menurut Anderson (1983), bangsa dapat dipahami sebagai imagined community, yaitu sebuah komunitas politik yang dibayangkan oleh para anggotanya melalui kesadaran kolektif yang dibentuk oleh bahasa, media, dan pengalaman historis bersama.
Semangat revolusioner yang berkembang di kalangan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia seperti Tjokroaminoto, Semaun, Tan Malaka, Soekarno, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir berperan penting dalam memodernisasi gagasan-gagasan politik yang mereka anut serta mengadaptasikannya dengan realitas perjuangan kemerdekaan Indonesia. Nilai-nilai universal yang berakar dari Revolusi Prancis tidak hanya memengaruhi cara pandang dan pemikiran para tokoh tersebut, tetapi juga berfungsi sebagai energi ideologis yang menyatukan bangsa Indonesia dalam upaya kolektif untuk mencapai kemerdekaan, keadilan sosial, dan kesejahteraan. Pengalaman perjuangan mereka menunjukkan bahwa meskipun berangkat dari latar belakang ideologis yang beragam, semangat kebebasan dan revolusioner yang diwariskan oleh Revolusi Prancis mampu menjadi titik temu dalam membangun cita-cita bersama menuju terbentuknya bangsa yang merdeka, berdaulat, dan berkeadilan (Pramatha, 2025).
Selain itu, konsep persamaan yang diperjuangkan dalam Revolusi Prancis juga memiliki resonansi kuat di Indonesia. Sistem kolonial Belanda menerapkan stratifikasi sosial berdasarkan ras dan status hukum, di mana orang Eropa berada di posisi tertinggi, disusul Timur Asing, dan pribumi di lapisan terbawah. Ide persamaan derajat menantang struktur ini dan membangkitkan kesadaran bahwa bangsa Indonesia berhak diperlakukan setara dengan bangsa lain. Semangat inilah yang kemudian berkembang menjadi nasionalisme. Nasionalisme dapat dipahami sebagai suatu paham kebangsaan yang tumbuh dan hidup dalam kesadaran kolektif suatu masyarakat dalam sebuah negara. Sikap kebangsaan ini muncul dari rasa keterikatan dan kecintaan terhadap tanah air, yang dibangun atas dasar pengalaman sejarah bersama, kesamaan nasib, serta cita-cita kolektif dalam membentuk dan mempertahankan keberadaan bangsa dan negara (Alfaqi, 2015).
Gagasan Republik dan Adaptasi Nilai Revolusi Prancis dalam Nasionalisme Indonesia
Pengaruh Revolusi Prancis juga terlihat dalam gagasan republik yang diadopsi Indonesia setelah merdeka. Ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, bentuk negara yang dipilih adalah republik, bukan monarki. Pilihan ini mencerminkan pengaruh pemikiran modern yang menempatkan rakyat sebagai sumber kekuasaan tertinggi. Dalam Pembukaan Undang – Undang Dasar 1945, secara jelas dinyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan bahwa penjajahan harus dihapuskan karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Pernyataan ini sejalan dengan semangat Revolusi Prancis yang menolak penindasan dan absolutisme.
Namun demikian, nasionalisme Indonesia tidak semata-mata meniru Revolusi Prancis. Revolusi Prancis yang dipimpin oleh Robesspiere cenderung bersifat radikal dan penuh kekerasan (Perry, 2015), sedangkan nasionalisme Indonesia memiliki karakter khas yang dipengaruhi oleh kondisi sosial, budaya, dan sejarah lokal. Nasionalisme Indonesia lebih banyak berkembang melalui perjuangan organisasi, diplomasi, dan persatuan lintas suku serta agama. Meski begitu, nilai-nilai universal dari Revolusi Prancis tetap menjadi fondasi penting, terutama dalam hal kebebasan, persamaan, dan kedaulatan rakyat.
Kesimpulan
Nasionalisme Indonesia pada akhirnya berkembang sebagai konstruksi ideologis yang khas, yang tidak bersifat radikal seperti Revolusi Prancis, tetapi lebih menekankan persatuan, organisasi, dan diplomasi sebagai sarana mencapai kemerdekaan. Pilihan Indonesia terhadap bentuk negara republik serta penegasan prinsip keadilan dan kemanusiaan dalam Undang – Undang Dasar 1945 menunjukkan bahwa warisan pemikiran Revolusi Prancis tetap memiliki relevansi dalam pembentukan negara bangsa Indonesia. Dengan demikian, jejak kebebasan Revolusi Prancis dapat dipahami sebagai salah satu fondasi penting yang memperkaya dinamika nasionalisme Indonesia, sekaligus menegaskan bahwa ide-ide global mampu bertransformasi dan berakar kuat dalam pengalaman historis bangsa Indonesia.
Daftar pustaka
Alfaqi, Mifdal Z. (2015). Memahami Indonesia Melalui Prespektif Nasionalisme, Politik Identitas, Serta Pendidikan Solidaritas. Pancasila Kewarganegaraan, Vol.28, (No.2), pp.111 116. DOI: 10.17977/jppkn.v28i2.5451.
Anderson, B. (1983). Imagined Communities: Reflections on the Origin and Spread of Nationalism. London: Verso
Perry, M. (2015). Western civilization: A brief history (Vol. II). Cengage Learning.
Pramartha, I. N. B., & Parwati, N. P. Y. (2025). PENGARUH REVOLUSI PERANCIS TERHADAP NASIONALISME INDONESIA PADA MASA PERGERAKAN NASIONAL. JurnalSangkala, 4(1),1-10.