Diskusi

"The International Colloquium" Politics Of Citizenship And Identity Construction

[THE INTERNATIONAL QOLLOQUIUM]

Haii sobat HKn👋👋👋
kami mempersembahkan kegiatan seminar internasional dengan mengusung tema “Politics of Citizenship and Identity Construction” tentunya kali ini kami mempersembahkan narasumber yang hebat pada bidangnya lho😆😆😆..

👥️Narasumber Kolokium 1
👤Dr. Azhar Ibrahim dari National University of Singapore
👤Dr. Fernando A. Santiago, Jr dari De La Salle University Philippines
👤Surya Desismansyah E.P, M.Phil dari Universitas Negeri Malang
👥️Moderator
👤Fadhila Putri Sakina, S.AP., M.AP
Kegiatan kolokium 1 ini akan dilaksanakan pada:
🗓 : Selasa, 20 Mei 2025
🕘 : 09.00 – 12.00 WIB
📍 : GKB A19 Ruang 309 Universitas Negeri Malang

👥️Narasumber Kolokium 2
👤Prof. Dr. Awang Azman Bin Awang Pawi dari Universiti Malaya
👤Dr. Lusiana Margareth Tijow, S.H., M.H dari Universitas Negeri Malang
👤Andhika Yudha Pratama, M.Sc dari Universitas Negeri Malang
👥️Moderator
👤Raisha Hafandi, S.H., LL.M
kegiatan kolokium 2 ini akan dilaksanakan pada:
🗓 : Jum’at, 23 Mei 2025
🕘 : 08.00 – 11.00 WIB
📍 : GKB A19 Ruang 309 Universitas Negeri Malang

Jangan sampai ketinggalan ya sobat… catat materi yang akan dipelajari dan implementasikan pada kehidupan sehari-hari

Departemen HKn
Fakultas Ilmu Sosial
Universitas Negeri Malang

#hknfisum #hukumdankewarganegaraan
#fissae
#fakultasilmusosial #universitasnegerimalang
———————————————
Kunjungi linimasa kami untuk informasi lebih lanjut:
Instagram: @hknfisum_
Website: hkn.um.ac.id

"Southeast Asian Politics Of Citizenship"

 [GUEST LECTURE]

Haii sobat UB @univ.brawijaya 👋👋👋
kami mempersembahkan kegiatan kuliah tamu dengan mengusung tema “South East Asian Politics of Citizenship” dengan narasumber dari dua negara, yuk simak..

👥️Narasumber
👤Dr. Azhar Ibrahim dari National University of Singapore
👤Dr. Fernando A. Santiago, Jr dari De La Salle University Philippines
👥️Moderator
👤Millatuz Zakiyah, S.Pd., M.A.
Kegiatan Guest Lecture ini akan dilaksanakan pada:
🗓 : Selasa, 20 Mei 2025
🕘 : 13.00 – 16.00 WIB
📍 : Ruang Pertemuan 1, Perpustakaan Universitas Brawijaya

Jangan sampai ketinggalan ya sobat…

UPT. PKPK @uptpkm_ub
Universitas Brawijaya

"Bincang Buku Trilogi Kartini"

Bincang Buku TRILOGI KARTINI
Senin, 19 Mei 2025
Pukul 10.00 – 13.00 WIB
Gedung A19, Ruang Seminar 309 lantai 3, Universitas Negeri Malang

Bersama
● Prof. Dr.-Ing. Wardiman Djojonegoro
Penyusun-Penulis Buku TRILOGI KARTINI,
Menteri Kebudayaan RI 1993-1998,
& Ketua Yayasan Puteri Indonesia

● Pengulas Buku, Prof. Dr. Hariyono, M. Pd., Sejarawan dan Rektor Univ. Neg. Malang

Moderator, Nurenzia Yannuar, Ph.D., Kepala Perpustakaan Univ. Neg. Malang

Pembaca Fragmen Surat Kartini
* A. Elwiq Pr., Penulis
* Muh. Asyrofi Al Kindi, M.Sc., Geograf

Harga asli Rp 480.000 ,-
Harga jual khusus saat berlangsungnya acara Rp 368.000,-

"Bincang Buku Trilogi Kartini"

📣 Bincang Buku TRILOGI KARTINI 📣

📆 Senin, 19 Mei 2025
⏰ Pukul 14.00 – 17.00 WIB
📍Ruang Pertemuan 1 UPT Perpustakaan Universitas Brawijaya, Malang

Bersama
🎙️Prof. Dr.-Ing. Wardiman Djojonegoro
Penyusun-Penulis Buku TRILOGI KARTINI,
Menteri Kebudayaan RI 1993-1998,
& Ketua Umum Yayasan Puteri Indonesia

🎙️Pengulas Buku
* Dr. Prisca Kiki Wulandari, S.Pd., M.Sc. (Dosen Pancasila dan Kewarganegaraan Univ. Brawijaya)
* Kandidat Doktor Fitrahayunitisna, S.S., M.Pd. (Dosen Bahasa Indonesia Univ. Brawijaya) @fitratisna

🎤 Moderator, Dini Putri Ratna Meritasari, S.Pd., M.Pd., Peneliti Kewarganegaraan

Pembaca Fragmen Surat Kartini
* Milatuz Zakiyah, S.Pd., M.A.
* Esa Kharisma M. N., M.Pd.

📚Harga asli Rp 480.000 ,-
📚Harga jual khusus saat berlangsungnya acara Rp 368.000,-

📖 Sepanjang 5 tahun terakhir kehidupanya, pada usia sangat belia, R.A. Kartini (1879-1904) menulis ratusan surat yang kemudian dikumpulkan dengan lebih lengkap oleh Prof. Wardiman Djojonegoro, hampir seribu halaman pada jilid pertama dalam Trilogi Buku Kartini.

Menziarahi Kartini dengan segala pergulatan batin dan kecemerlangan pikirannya pada era AI hingga Chat GPT kini tetap dibutuhkan.

Kontekstualisasi isu-isu kontemporer sedari persoalan zaman dari era Kartini hampir seabad lebih itu masih relevan dibahas hingga membuahkan jilid ketiga dalam trilogi ini.

Selanjutnya dalam forum Bincang Buku TRILOGI KARTINI.

Sampai jumpa dalam forum.

Bincang Buku Membuka Tabir Makna Batu Nisan Belanda & Belajar dari Pengelolaan Makam Suster Ursuli

Bincang Buku MEMBUKA TABIR MAKNA BATU NISAN BELANDA & Belajar dari Pengelolaan Makam SUSTER URSULIN

Jum’at, 2 Juni 2023
Pukul 08.00 – 10.00 WIB
Bertempat di Malang Ursuline Gallery
_

Batu nisan Belanda merupakan salah satu sumber pengetahuan sejarah pra-Indonesia. Apa makna lambang heraldik, simbol, pesan dari rupa hiasan makam berbentuk tumbuh-tumbuhan, binatang mitologis hingga manusia itu sendiri?

Tak lupa prosesi pemakaman era VOC hingga periode kolonial yang kadang kala mengundang tawa, seperti praktik pemakaman di malam hari yang makin larut semakin mahal dendanya yang berhubungan dengan gengsi keluarga yang sedang berkabung. Sebuah pesta kematian (graaffest) tersendiri.

Dalam forum ini juga bakal didapatkan tanggapan berupa pengalaman Suster Ursulin mengelola pusara para pendahulunya di beberapa kota, yang mana tiba pertama kali di Indonesia era kolonial sejak 1856.

Lebih lanjut bersama
LILIE SURATMINTO,
Penulis Buku, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Buddhi Dharma Tangerang, dan Anggota Tim Ahli Cagar Budaya Nasional

SUSTER LUCIA ANGGRAINI, OSU
Pengelola Malang Ursuline Gallery

*Peserta dibatasi 25 orang dikarenakan kapasitas daya tampung ruangan acara.

Pendaftaran via nomor panitia tertera dalam poster.

Sampai jumpa.

Acara terselenggara berkat Penerbit Buku Kompas (PBK), Kelompok Periset Karavan Cendekia, Malang Ursuline Gallery, Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Komisariat Malang, dan Komunitas Pelajar Sejarah (Kopaja) SMAN 1, 3, & 4 Malang.

"Respon Diponegoro & Masyarakat Jawa Menghadapi Perubahan Tata Dunia"

RESPON DIPONEGORO & MASYARAKAT JAWA MENGHADAPI PERUBAHAN TATA DUNIA

Bincang Buku “Urip iku Urub, Untaian Persembahan 70 Tahun Profesor Peter Carey”
Edisi Khusus Harlah Pangeran Diponegoro ke-237
Minggu, 13 November 2022
Pukul 15.00 – 17.00 WIB

Pendaftaran https://bit.ly/BincangUIUHarlah

*Berhadiah 3 paket buku dari Penerbit Buku Kompas (PBK) bagi 3 penanya/penanggap yang beruntung.
_

Diponegoro lahir saat VOC menuju ambang kehancurannya dan berpulang saat kapal-kapal uap membuat revolusi percepatan jarak tempuh di pelbagai belahan dunia.

Bagi masyarakat Jawa abad XIX, Diponegoro ialah Ratu Adil yang menyatukan seluruh elemen sosial. Tantangannya tidak mudah. Mereka menghadapi periode Napoleonik Prancis, Inggris, hingga pecahnya Belgia dari Belanda.

Bagaimana membaca konteks masyarakat Jawa dan Diponegoro dari konstelasi ke konstelasi regional serta dunia?

Selanjutnya bersama Bondan Kanumoyoso,
Sejarawan & Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia

Sampai jumpa di forum.

Acara ini merupakan kolaborasi kerja sama
● Penerbit Buku Kompas (PBK)
● Karavan Cendekia
● Diskusi Soedjatmoko
● Masyarakat Sejarawan Indonesia, Daerah Jawa Timur (MSI Jatim)
● Tribun News

"Stigmatisasi Hingga Saintifikasi Profesi Dukun"

STIGMATISASI HINGGA SAINTIFIKASI PROFESI DUKUN,
Pengalaman Dua Abad di Jawa

Bincang Bulanan Buku “Urip iku Urub, Untaian Persembahan 70 Tahun Profesor Peter Carey”
Sesi ke-4
Sabtu, 12 Maret 2022
Pukul 15.00 – 17.00 WIB
Pendaftaran https://bit.ly/3rvhrMR

*Berhadiah 3 paket buku dari Penerbit Buku Kompas (PBK) bagi 3 penanya/penanggap yang beruntung.
_

Dalam buku ‘Urip iku Urub’, tercatat dukun Cina yang berfungsi sebagai dokter pribadi Sultan Kedua Yogya (1750-1828, bertakhta 1792-1810, 1811-1812, 1826-1828) mendapat tunjangan per bulan sebesar Rp 85 juta dalam kurs hari ini. Artinya dalam setahun total tunjangan yang ia terima ialah Rp 1,02 milyar. Memasuki abad ke-20, dukun ditampilkan dengan sangat negatif dalam propaganda kesehatan kolonial, semisal film propaganda Pes 1927.

Di sisi lain, pengobatan herbal yang dilakukan dukun turut dipelajari dan diuji klinis oleh tenaga kesehatan medis kolonial. Artinya profesi dukun diperangi namun kemahiran akan pengetahuan herbal mereka dipelajari hingga ke tingkat pengilmiahan (saintifikasi) lantas dikapitalisasi dalam industri medis atau dengan kata lain dibutuhkan. Hal yang paling menonjol disini ialah terobosan penelitian Christiaan Eijkman (1858-1930) dan timnya di Instituut Mikrobiologi Kolonial di Batavia (pasca-1930 Instituut Eijkman) mengenai fungsi vitamin (mulai dengan Vitamin B1).

Bagaimana profesi dukun dalam arus perubahan sejarah Jawa sendiri?
Mengingat profesi ini memiliki spesialisasinya sendiri-sendiri, seperti Dukun Beranak, Dukun Calak, Dukun Jampi, Dukun Japa, Dukun Klenik, Dukun Santet, Dukun Siwer, Dukun Susuk, Dukun Tenung, Dukun Tiban sampai Dukun Pijat Bayi.

Mari menyimak dengan mengikutinya lebih lanjut bersama
■ Martina Safitry, Sejarawan UIN Raden Mas Said Surakarta

Sampai jumpa di forum.

Acara ini merupakan kolaborasi kerja sama
● Penerbit Buku Kompas (PBK)
● Karavan Cendekia
● Diskusi Soedjatmoko
● Masyarakat Sejarawan Indonesia, Daerah Jawa Timur (MSI Jatim)
● Tribun News

"Menyimak DIponegoro & Peter Carey Dari Dramatik-Sinema sampai Kuratorial Museum & Seni Rupa"

MENYIMAK DIPONEGORO & PETER CAREY,
Dari Dramatik-Sinema sampai Kuratorial Museum & Seni Rupa

Bincang Bulanan Buku “Urip iku Urub, Untaian Persembahan 70 Tahun Profesor Peter Carey”
Edisi 2 Haul ke-167 Pangeran Diponegoro
Sabtu, 8 Januari 2022
Pukul 15.00 – 17.30 WIB
Pendafaran https://bit.ly/3pM1OzF

*Berhadiah 3 paket buku dari Penerbit Buku Kompas (PBK) bagi 3 penanya/ penanggap yang beruntung.
_

Di luar tugas utamanya menulis, meneliti, dan mempublikasikan risetnya, Peter Carey menjadi motor pameran besar AKU DIPONEGORO (2015) di Galeri Nasional bersama kurator Jim Supangkat dan Werner Kraus, ahli Raden Saleh.

Di sela-sela itu, Subi sang sutradara dan asisten kurator membuat film bio-dokumenter Peter Carey. Dalam buku ‘Urip iku Urub’ (hlm. 176), Subi mencatat: “Itulah enaknya kalau kita membuat film dokumenter tentang sejarawan, dia akan tanggap dan menyiapkan bahwa pembuat film butuh data, arsip, dan bahan2 lainnya, tanpa diminta akan diberi rekomendasi.”

Tidak berhenti sampai di situ, duet Peter Carey dan Subi berlanjut menginisiasi instalasi KAMAR DIPONEGORO di lantai 2 Museum Sejarah Jakarta eks Stadhuis (2018) hingga membuat film animasi ‘DIPONEGORO 1830’ (2020).

Peter Carey juga aktif mendorong berbagai alih wahana sejarah seputar Diponegoro seperti adaptasi drama tutur dari babad Diponegoro hingga terlibat dalam proses pembuatan komik.

Lebih lanjut bersama
■ Subiyanto,
Sutradara Film Bio-Dokumenter Sejarawan Peter Carey
“Lingkar Hidup Penulis Riwayat Hidup” (2016)
Film dapat diakses https://youtu.be/OxCwPI-gaOU

Sampai jumpa di forum.

Acara ini merupakan kolaborasi kerjasama
● Penerbit Buku Kompas (PBK)
● Karavan Cendekia
● Diskusi Soedjatmoko
● Masyarakat Sejarawan Indonesia, Daerah Jawa Timur (MSI Jatim)
● Tribun News

"Bincang Buku Sraddha Jalan Sunyi Jawa Kuna"

Bincang Buku SRADDHĀ
Jalan Sunyi Jawa Kuna

Mengenang Sewindu Berpulangnya Romo Ignatius Kuntara Wiryamartana, SJ
Jumat, 23 Juli 2021
Pukul 15.00 – 17.00 WIB
Tautan zoom https://bit.ly/3BeSWGs

Swargi Romo Kuntara (1946-2013) merupakan penerus & pengembang seniornya Romo P.J. Zoetmulder (1906-1995) dalam studi Jawa Kuna.

Di tangan Romo Kuntara studi itu dibentangkan dengan Sastra Cina, Yunani hingga Ibrani yang begitu klasik. Sekalipun aksara dan bahasanya tak lagi digunakan, kecuali oleh para dalang, Romo Kuntara berhasil mengawal generasi muda filologi yang terus memperkenalkan studi tersebut pada khalayak ramai secara atraktif dan kreatif.

Romo Kuntara menyelesaikan disertasinya tentang Kakawin Arjunawiwaha di UGM, sebuah pilihan yang berbeda dibandingkan para peneliti Sastra Jawa Kuna lain yang lebih memilih menyelesaikan di luar negeri. Inilah salah satu bentuk belajar tentang Jawa di Tanah Jawa, sebuah komitmen dari Romo Kuntara terhadap budaya Jawa.

Mari merayakan hidup dan karya Romo Kuntara bersama

● Risa Permanadeli
Direktur Pusat Representasi Sosial

● Rm. G. Budi Subanar, SJ
Editor Buku Sraddhā (2019)

● Rendra Agusta,
Filolog Sraddhā Institute

● Sambutan oleh Rm. B. Hari Juliawan, SJ, Pater Provinsial SJ Indonesia

● Moderator Yunanto Sutyastomo, Koordinator Diskusi Soedjatmoko

Kerjasama Karavan Cendekia, Diskusi Soedjatmoko, dan Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG).

"Bincang Evolusi Golkar & Seabad Soeharto"

Edisi revisi

Bincang EVOLUSI GOLKAR & SEABAD SOEHARTO
Selasa, 8 Juni 2021
Pukul 15.00 – 17.00 WIB

* Tautan zoom https://tinyurl.com/bnd86u78

Ada Soeharto di Bulan Bung Karno. Ya, di tengah-tengah 120 Tahun Sukarno juga ada Seabad daripada Soeharto, selain hujan di bulan Juni-nya penyair Sapardi.

Selama Orde Baru, Golkar menjadi mesin pendulang suara partai penguasa dalam pemilu ke pemilu. Padahal dari disertasi Sejarawan David Reeve, Golkar dalam tataran ide sudah ada bahkan sebelum Indonesia Merdeka. Konsep Golkar yang muncul sejak era pergerakan menjadikan diskursus tersendiri bahwa Golkar sebelum, sesaat, dan sesudah Soeharto adalah identitas yang dinamis.

Di sisi lain, Soeharto yang menjadi bintang dalam pengajaran materi pelajaran sejarah Indonesia dengan durasi hampir separuh abad XX turut menjadi diskursus tersendiri.

Bagaimana memandang realitas sejarah Golkar dalam kekinian Indonesia?

Bagaimana mata pelajaran sejarah pasca Reformasi memandang Soeharto?

Lebih lanjut bersama
● David Reeve,
Penulis Buku “GOLKAR, Sejarah yang Hilang: Akar Pemikiran & Dinamika”

● Felicia Gunasiwi,
Mahasiswi Administrasi Bisnis FIA Univ. Brawijaya

● M. Sarmuji, @m.sarmuji
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur & Anggota DPR RI

● Husnul Yakin, @gugur_mutu
Guru Sejarah SMAN 4 Praya

● Dipandu Pujo Ardianto Hidayat, @jo_ardianto
Guru Sejarah SMAN 2 Blitar

Kerjasama Karavan Cendekia, Diskusi Soedjatmoko, & Penerbit Komunitas Bambu.

"Bincang Buku Taman Nasional Indonesia: Permata Warisan Bangsa"

Bincang Buku Taman Nasional Indonesia: Permata Warisan Bangsa

Hari : Sabtu, 5 Juni 2021
Pukul: 15.30-selesai
Link Zoom: https://us02web.zoom.us/j/89608083273?pwd=VGxuLy96Rk1pR0U4MEdmZkoyODdsZz09
ID Meeting :89608083273
Password : 842680

Sejak masa Hindia-Belanda, Indonesia memiliki keunikan 54 Taman Nasional Indonesia. Sejak Indonesia merdeka, baru pada tahun 1980 Pemerintah Indonesia menaruh perhatian serius pada sejumlah kawasan untuk dijadikan taman nasional hingga berjumlah 54. Sayangnya, peningkatan jumlah taman nasional itu tidak diikuti dengan perubahan mendasar dalam konsep konservasi. Bagaimana analisis mendalam dan kritis Taman Nasional sebagai bagian dari aset Bangsa dalam perspektif konservasi?

Mari ikuti Bincang Buku dalam rangka Memperingati Hari Lingkungan Hidup.
Dengan Pemateri:
● Pungky Widiaryanto
Penulis dan Perencana Bappenas

● Genta Mahardhika Rozalinna
Dosen Sosiologi, Universitas Brawijaya

● Heni Masruroh
Dosen Geografi Universitas Negeri Malang dan Periset Karavan Cendekia

● Dipandu Moderator
Widya Noventari dari Periset Karavan Cendekia

Kerjasama Perkumpulan Peneliti Karavan Cendekia, Penerbit KPG dan Kelompok Diskusi Soedjatmoko.

"Bincang Dokter Soetomo & Pemetaan Ulang Jejaring Bangsawan Priayi Era Pergerakan di Surabaya"

Bincang DOKTER SOETOMO & PEMETAAN ULANG JEJARING BANGSAWAN-PRIAYI ERA PERGERAKAN DI SURABAYA

Rabu, 19 Mei 2021
Pukul 15.00 – 17.00 WIB

Via tautan zoom https://bit.ly/2RlIkDM

Selepas turun takhta di Surakarta, Mangkunegara VI menetap di Surabaya. Ia dan keturunannya menjadi bagian integral dari pergerakan nasional, khususnya di Surabaya.

Mereka semua terhubung dengan Dokter Soetomo, pendiri Boedi Oetomo – Indonesisch Studie Club – Majalah Panjebar Semangat hingga Partai Indonesia Raya (Parindra).

Mangkunegara VII juga menjadi bagian dari jejaring Dokter Soetomo sejak lama, mengingat ia di masa mudanya telah aktif dan sempat mengetuai Ketua Boedi Oetomo, 1915-1916.

Sebuah pemetaan ulang perihal jejaring bangsawan-priayi di Surabaya dan Jawa Timur bakal diperbincangkan.

Sejauh mana warisan gerakan nasionalisme anti-kolonial ini meninggalkan jejak dewasa kini?

Mari Merayakan Hari Kebangkitan Nasional 2021 bersama

● Daradjadi Gondodiprojo,
Penulis Buku Geger Pacinan dan Biografi Mr. Sartono

● Adrian Perkasa,
Sejarawan Univ. Airlangga dan Ph. D. Candidate Bidang Sejarah Universiteit Leiden

● Andhika Y. Pratama,
Peneliti Karavan Cendekia dan Dosen PPKn Universitas Negeri Malang

● Afiyanti,
Komisaris GMNI FIA Universitas Brawijaya

● Dipandu Hilary Pasulu, Jurnalis Metro TV

Kerjasama Perkumpulan Peneliti Karavan Cendekia dan Kelompok Diskusi Soedjatmoko.

"Bincang Taman Siswa Menuju Seabad"

BINCANG TAMAN SISWA MENUJU SEABAD
Minggu, 2 Mei 2021
Pukul 09.00 – 11.00 WIB

Pendidikan Nasional telah ada sebelum Negara Nasional bernama Indonesia diproklamasikan.

Hal itu terwujud dengan kepeloporan Taman Siswa sebagai Het Nationaal Onderwijs (Pendidikan Nasional) yang anti-kolonial dengan persebarannya di seluruh Indonesia sejak tahun 1922.

Apa kabar Taman Siswa hari ini?

Bagaimana realitas pendidikan nasional mengawal bangsa Indonesia?

Bagaimana daya baca dan ekosistem perbukuan dalam nafas pendidikan nasional?

Lebih lanjut bersama

Irna H. N. Hadi Soewito
Alumnus Taman Siswa Kediri dan Penulis Buku ‘Soewardi Soerjaningrat di Pengasingan’

Widya Noventari
Dosen Pancasila dan Kewarganegaraan UNS

Christina M. Udiani
Editor Senior Penerbit KPG

Eka Budianta
Sastrawan yang membacakan tiga syair seputar Hari Pendidikan Nasional

Dipandu FX Domini BB Hera, Sejarawan

Kerjasama antara Karavan Cendekia dan Diskusi Soedjatmoko

Sampai jumpa di forum
https://bit.ly/3nrxckr

"Perempuan Kepala Daerah: Dalam Jenjang Oligarki Lokal"

Kartini berasal dari keluarga Bupati Jawa yang mengkritisi feodalisme dan patriarki. Kritiknya membangunkan fajar baru nasion Indonesia.

Pasca Kartini, kini telah bermunculan kepala-kepala daerah perempuan yang sayangnya sebagian dari mereka masih menjadi bagian dari oligarki lokal.

Bahkan terdapat kenyataan istri tua dan istri muda dari seorang pemimpin daerah petahana sama-sama maju dalam pilkada.

Zaman Kartini memang sudah lewat namun pola-pola feodalisme dan patriarki dari kepemimpinan perempuan juga masih kerap ditemui.

Mari menyingkap lebih jauh seputar tantangan kepemimpinan perempuan dalam jejaring oligarki lokal.

Sampai jumpa di forum Perkumpulan Periset Karavan Cendekia bekerjasama dengan Kelompok Diskusi Soedjatmoko

Tautan zoom
bit.ly/3aDQ0I7

Buku dapat diunduh langsung
https://e-service.lipipress.lipi.go.id/press/catalog/view/115/103/226-1

"Bincang Bentang Suara"

BINCANG BENTANG SUARA
Sabtu, 17 April 2021
13.30 – 16.00 WIB

Sadar atau tidak, para pengunjung cafe hingga kondangan kawinan menaikkan intonasi suara lantaran volume musik yang diperdengarkan lebih mendominasi momentum yang ada.

Polusi suara macam ini di ruang-ruang publik Indonesia telah menjadi keseharian. Faktor kulturkah penyebabnya? Alam bawah sadar kolektif secara otomatis?

Bagaimana perbandingan bentang suara di cafe, bar, dan resto di luar Indonesia?

Bincang kali ini juga menyambut dan merespon PP 56 Tahun 2021 yang mengatur pembayaran royalti musik di ruang publik telah terbit.

Sampai jumpa di forum Karavan Cendekia bersama Diskusi Soedjatmoko

Pendaftaran https://tinyurl.com/diskusiroyaltimusik

"Diskusi dan Bedah Buku Mitigasi Pandemi Covid-19: Belajar dari Sejarah Epidemi Pes di Malang."

Diskusi dan Bedah Buku
Mitigasi Pandemi Covid-19: Belajar dari Sejarah Epidemi Pes di Malang.

Hari/tanggal: Selasa, 30 Maret 2021
Waktu: 10.00-12.00 WIB
Tempat: Zoom Meeting

Narasumber:
– Drs. H. Sutiaji @sam.sutiaji (Wali Kota Malang)
– FX Domini BB Hera @fxdominibbhera (Sejarawan dan Periset Karavan Cendekia)
– Dr. dr. Sri Andarini, M.Kes (Pakar Kesehatan Masyarakat dan Direktur RS UB)

Moderator:
– Eko Widianto (Pemimpin Redaksi Terakota.id)

Registrasi: http://bit.ly/DiskusiPagebluk
(link di bio)
Narahubung: +62 813-3637-7897 (Helmi)
.
.
#seminar
#webinargratis #webinar #covid_19 #covid #corona #diskusi #bedahbuku #epidemi
@intranspublishing

"Mutiara Di Padang Ilalang: Catatan Seorang Penyintas"

Tanpa kebetulan, Tedjabayu Sudjojono meninggalkan memoir sebelum berpulang, terbit tepat 3 bulan sebelum waktunya tiba.

Isinya mengenai rincian pengalamannya dari penjara ke penjara hingga gulag Orde Baru di Pulau Buru.

Disampaikan dengan penuh kerendahan hati, tanpa emosi yang bertubi-tubi, humor satir diiringi penuh deskripsi rinci.

RIP Bung Tedja
Panjang umur kemanusiaan
Karyanya abadi

Bincang Memoir Tedjabayu Sudjojono

Mutiara di Padang Ilalang: Catatan Seorang Penyintas

Hari : Sabtu
Tanggal : 27 Februari 2021
Pukul : 15.00 – 17.30 WIB.

Bersama:
– Kuncoro Hadi (Sejarawan FIS UNY)
– FX Domini BB Hera (Sejarawan CCFS UB)
– Andhika Yudha Pratama (Moderator)

Link pendaftaran:
http://bit.ly/BincangBuku

"Bincang Buku Lahirnya Pancasila Di Gedung Pejambon"

BINCANG BUKU

Lahirnya Pancasila di Gedung Pejambon 1945: Telisik Aset Heritage Kementrian Luar Negeri RI

Hari : Minggu
Tanggal :21 Februari 2021
Pukul : 19.00 – 21.00 WIB.

Nara Sumber :
– Osa Kurniawan Ilham (Penulis Buku Pejambon 1945)
– Dr. Mohamad Anas, M.Phil (Ketua PS Pesantren dan Pemberdayaan Masyarakat dan Dosen MPK UB)
– F.X. Widiarso, M.A. (Sejarawan dan Diplomat Kemenlu)

Acara disiarkan melalui live zoom dan live Youtube Streaming di channel Membaca Nusantara

Link pendaftaran: http://bit.ly/pejambon

"Bedah Buku: Sejarah Pemilu Yang Dihilangkan"

BEDAH BUKU

Sejarah Pemilu yang Dihilangkan, Pemilihan Umum dalam Kemelut Politik Indonesia Tahun 1950-an.

Bersama:
Faishal Hilmy Maulida (Penulis, Dosen BINUS Malang, & pendiri Heuristik.id)

Pembahas:
Nanda Julian (Dosen Sejarah Universitas Negeri Semarang)

Nur Fatah Abidin (Dosen Sejarah Universitas Sebelas Maret, Surakarta)

Moderator:
Hawiki Renalia (Mahasiswa Sejarah Universitas Negeri Malang)

Pendaftaran:
bit.ly/PemiluYangDihilangkan
*Terbatas 100 peserta, tidak live Youtube.

Sabtu, 5 Desember 2020
Pukul 19.00-21.30 WIB
Live Zoom Meeting

"Dilema Minoritas di Indonesia : Ragam, Dinamika, dan Kontroversinya"

Diskusi Ilmiah Guru Bangsa Seri 2 mempersembahkan Bedah Buku
” Dilema Minoritas di Indonesia : Ragam, Dinamika, dan Kontroversinya”.

____
Buku ini membahas minoritas dalam konsep dan praktik yang masih dilematis hingga saat ini. Beberapa studi kasus terkait isu-isu minoritas yang dibahas menjadi permasalahan bangsa yang masih menjadi pekerjaan rumah hingga dewasa ini. Harapannya buku ini mampu menjadi acuan bagi institusi negara dalam merumuskan kebijakan publik yang mampu mengayomi seluruh warga negara Indonesia.

PEMBICARA
1. Riwanto Tirtosudarmo
(Peneliti PMB LIPI 1980-2017, salah satu penulis buku)

PEMBEDAH
1. Destriana Saraswati
(Dosen Pusat MPK Universitas Brawijaya)

2. Andika Yudha Pratama
(Kepala Pusat Studi Pancasila dan Konstitusi UNIDHA, Periset Karavan Cendekia)

PENDAFTARAN
https://bit.ly/Registrasi_serigurubangsa2

(Terbatas untuk 100 peserta, Zoom Meeting)

Bagi peserta di luar kuota tetap bisa mengikuti melalui akun Youtube Membaca Nusantara

– https://www.youtube.com/channel/UC7rSdEAyWzWyxCFIFVNmqig

"Bedah Buku: Dilema Minoritas di Indonesia (Ragam, Dinamika, dan Kontroversi) "

BEDAH BUKU

Dilema Minoritas di Indonesia (Ragam, Dinamika, dan Kontroversi)
__
Buku ini mengetengahkan konsep minoritas dalam teori dan praksisnya. Dalam teori, minoritas sering dipahami secara peyoratif dimana ditempatkan dalam “hitungan statistik”.

Padahal minoritas bisa saja dalam jumlah besar tetapi berada dalam subordinat kelompok lain. Dalam praksisnya, kaum minoritas selalu dipersalahkan.

Jika dekat dengan penguasa selalu dilabel kaum oportunis dan jika menjauhi penguasa dilabeli kaum subversif. Bahkan, mereka dibayangkan sebagai obyek yang harus “dibawa ke jalan yang benar”.

Semoga cita-cita penulis “jangan berpikir secara subyektif dan parsial dalam berinteraksi” dapat tersebar luas dengan kehadiran buku ini.

PEMBICARA
1. Ahmad Najib Burhani
(Peneliti Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya LIPI, penulis & editor buku).

PEMBEDAH
1. Ahmad Suaedy
(Anggota Ombudsman, Dekan Fakultas Islam Nusantara, UNUSIA).

2. Prisca Kiki Wulandari
(Dosen PMPK Universitas Brawijaya, Periset Karavan Cendikia).

3. Esthi Susanti Hudiono
(Kepala Pengembangan dan Mobilisasi Sumber Daya), Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga).

PENDAFTARAN
https://bit.ly/dilema-minoritas

(Terbatas untuk 100 peserta, Zoom Meeting)

Bagi peserta diluar kuota tersebut tetap bisa mengikuti bedah buku melalui akun Youtube Membaca Nusantara – https://www.youtube.com/channel/UC7rSdEAyWzWyxCFIFVNmqig